alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Rem Anda Blong? Siap-siap Hantam Dinding Beton ini

BANJARMASIN – Hampir setahun Jembatan Sulawesi II dibuka. Selama itu pula pengendara dibuat was-was. Terutama saat turun mengarah Jalan Mesjid Jami. Di sana ada patahan jalur. Sehingga opritnya tak aman.

Setiap kali turun jembatan, pengendara dihadapkan dengan tembok ruko. Jaraknya hanya selebar jalan. Rem blong? Sudah pasti bakal menghantam dinding beton.

Apalagi, ketinggian jembatan tiga meter dari permukaan sungai. Panjang 40 meter dan lebar 7 meter. Menuruninya, sudah pasti melesat kencang. Untunya, jembatan tersebut hanya satu jalur. Karena, arah Pasar Lama masih menggunakan yang lama.

Favehotel Banjarmasin

Meski tak pernah memakan korban, warga yang melintasi tetap was-was. Seperti yang dirasakan Yanti asal Sungai Andai. Dia harus ekstra berhati-hati saat menuruni jembatan. Apalagi ketika membonceng kedua anaknya. “Dulu sih sempat motor saya meluncur bebas. Untung bisa ditahan. Karena jalannya itu patah. Untung saya dan akan-anak tak terluka,” ceritanya.

Yanti dituntut harus melewati jembatan Sulawesi II setiap hari. Maklum, ia bekerja di Belitung. Akses tercepat adalah jalur tersebut.“Ingin cepat lewat sini. Kalau berangkat nggak masalah karena masih menggunakan jalur jembatan lama. Kalau pulang kerja itu masalah. Apalagi saya pulang jam 10 malam,” keluhnya.

Sama halnya Yanti, Maulana juga begitu. Warga Pengambangan itu mengaku harus mengurangi kecepatan saat melintasi Jembatan tersebut. “Harus sabar. Kurangi kecepatannya,” katanya.

Pemko Banjarmasin sebenarnya berencana membebaskan lahan seluas 12 persil. Termasuk ruko yang bikin was-was. Anggaran untuk itu sudah disiapkan sebesar Rp15 miliar.

“Semuanya nanti akan dinilai oleh tim appraisal. Tahun lalu tidak bisa dibebaskan karena tidak ada dalam perencanaan. Sehingga anggarannya tak tersedia. Setelah 2017 lalu direncanakan, maka pembebasan lahan dapat dilakukan tahun ini,” beber Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani.

Tak hanya pembebasan lahan 12 persil bangunan di jalur jembatan baru. Tapi juga untuk jalur jembatan lama.  Rencananya ada 7 persil. Anggaran yang disiapkan Rp8,5 miliar. “Tahun ini kami anggarkan untuk pembebasan lahan dulu. Untuk jembatan kembar tahun selanjutnya. Karena pembebasan lahan ini memakan waktu. Perlu sosialisasi, perlu negosiasi,” timpal Kabid Jalan Dinas PUPR, Chandra. (eka/at/nur)

BANJARMASIN – Hampir setahun Jembatan Sulawesi II dibuka. Selama itu pula pengendara dibuat was-was. Terutama saat turun mengarah Jalan Mesjid Jami. Di sana ada patahan jalur. Sehingga opritnya tak aman.

Setiap kali turun jembatan, pengendara dihadapkan dengan tembok ruko. Jaraknya hanya selebar jalan. Rem blong? Sudah pasti bakal menghantam dinding beton.

Apalagi, ketinggian jembatan tiga meter dari permukaan sungai. Panjang 40 meter dan lebar 7 meter. Menuruninya, sudah pasti melesat kencang. Untunya, jembatan tersebut hanya satu jalur. Karena, arah Pasar Lama masih menggunakan yang lama.

Favehotel Banjarmasin

Meski tak pernah memakan korban, warga yang melintasi tetap was-was. Seperti yang dirasakan Yanti asal Sungai Andai. Dia harus ekstra berhati-hati saat menuruni jembatan. Apalagi ketika membonceng kedua anaknya. “Dulu sih sempat motor saya meluncur bebas. Untung bisa ditahan. Karena jalannya itu patah. Untung saya dan akan-anak tak terluka,” ceritanya.

Yanti dituntut harus melewati jembatan Sulawesi II setiap hari. Maklum, ia bekerja di Belitung. Akses tercepat adalah jalur tersebut.“Ingin cepat lewat sini. Kalau berangkat nggak masalah karena masih menggunakan jalur jembatan lama. Kalau pulang kerja itu masalah. Apalagi saya pulang jam 10 malam,” keluhnya.

Sama halnya Yanti, Maulana juga begitu. Warga Pengambangan itu mengaku harus mengurangi kecepatan saat melintasi Jembatan tersebut. “Harus sabar. Kurangi kecepatannya,” katanya.

Pemko Banjarmasin sebenarnya berencana membebaskan lahan seluas 12 persil. Termasuk ruko yang bikin was-was. Anggaran untuk itu sudah disiapkan sebesar Rp15 miliar.

“Semuanya nanti akan dinilai oleh tim appraisal. Tahun lalu tidak bisa dibebaskan karena tidak ada dalam perencanaan. Sehingga anggarannya tak tersedia. Setelah 2017 lalu direncanakan, maka pembebasan lahan dapat dilakukan tahun ini,” beber Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani.

Tak hanya pembebasan lahan 12 persil bangunan di jalur jembatan baru. Tapi juga untuk jalur jembatan lama.  Rencananya ada 7 persil. Anggaran yang disiapkan Rp8,5 miliar. “Tahun ini kami anggarkan untuk pembebasan lahan dulu. Untuk jembatan kembar tahun selanjutnya. Karena pembebasan lahan ini memakan waktu. Perlu sosialisasi, perlu negosiasi,” timpal Kabid Jalan Dinas PUPR, Chandra. (eka/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/